SELAMAT DATANG

Kalau Anda Anak Muda Indonesia yang sedang bermasalah dengan Aliran Sesat di sekolah, kampus, rumah dan kantor? Waspadalah, laporkan ke polisi terdekat. Selamatkan Indonesia dari Aliran Sesat

Jumat, 02 November 2007

Aliran Al Qur'an Suci, adalah Aliran Sesat

Aliran Al Qur'an Suci Sampai detik ini, MUI belum mengeluarkan sikap tentang Aliran Al Qur'an Suci di Jawa Barat, Ada yang mengatakan ini adalah bagian dari strategi gerakan sesat NII, sementara analisa FUUI di Bandung mengaitkan aliran Al Quran Suci sebagai Metamorfosis gerakan inkarus sunnah, gerakan yang telah telah difatwa sesat oleh MUI.
Apa dan bagaimana Aliran Al Qur'an Suci ini?
Berikut Tentang Aliran Al Qur'an Suci, dari berbagai sumber
Mahasiswi Hilang Misterius, Diduga Ikut Aliran Sesat
Antara news :
Karawang (ANTARA News) -
Sejak 9 September 2007 lalu, mahasiswi D-III Politeknik Pajajaran "Insan Cinta Bangsa" Bandung, Semester III, Achriyanie Yulvie (19), warga Perumnas Bumi Telukjambe Blok T Nomor 536 RT 06/11, Kabupaten Karawang, Jabar, tidak diketahui keberadaannya, setelah ikut pengajian "al-Qur`an Suci" di Bandung.Pihak kampus tidak bisa berbuat banyak karena hilangnya Yulvie itu di luar kegiatan kampus."Kami sudah mencari ke mana-mana, tapi tidak menemukan Yulvie. Pihak kampus juga tidak bisa membantu karena proses hilangnya Yulvie bukan saat kegiatan kampus," kata bapak Yulvie, Ahmad Suprapto (52), kepada ANTARA, di Karawang, Jumat. Bahkan, ketika pihak keluarga menanyakan keberadaan Yulvie kepada seluruh temannya, tidak ada yang mengetahui di mana Yulvie berada.Hal tersebut disinyalir karena pengajian "al-Qur`an Suci" tidak pernah diadakan di satu tempat, namun selalu digelar di tempat yang berbeda-beda.Menurut keterangan yang dihimpun ANTARA, pengajian "al-Qur`an Suci" disinyalir aliran sesat, karena mengajarkan manusia hanya berpedoman kepada al-Qur`an, tanpa hadits. Jika seorang perempuan sedang haid, maka dia dibolehkan membaca al-Qur`an, dan masih banyak ajaran lain yang berasal dari pengajian "al-Qur`an Suci" tersebut.Kedua orang tua Yulvie, Suprapto dan Tati Sumiati (42), mengaku tidak mengetahui dan sangat tidak menyangka kalau anak kesayangannya mengikuti pengajian seperti itu. Sebab, Yulvie dikenal pintar, kuat ilmu agamanya, pendiam, penurut, dan tidak banyak menuntut. "Kami benar-benar tidak menyangka. Andaikan kami mengetahui lebih awal kalau Yulvie mengikuti pengajian seperti itu, tentu akan kami luruskan," kata Suprapto. Dikatakannya, selama sebulan terakhir sebelum Yulvie hilang misterius atau tidak mengabarkan keberadaan dirinya kepada pihak keluarga, ada kelainan dalam diri Yulvie. Gadis itu menjadi tidak betah di rumah, kulit badannya menjadi hitam, serta menyalin seluruh isi al-Qur`an ke dalam kertas polio. Namun, katanya, pihak keluarga tidak pernah menduga kalau Yulvie akan menghilang dengan mengikuti pengajian "al-Qur`an Suci" di Bandung.Akibat hal tersebut, Suprapto dan Tati mengaku sangat sedih karena merasa kehilangan anak pertamanya. Sementara adik Yulvie, Anggi Kartika (16) dan Indira Aulia (10), kata Suprapto, selalu menanyakan Yulvie yang pada awalnya sangat dekat dengan kedua adiknya itu."Saya bingung harus bagaimana dan mencari ke mana? Saya sudah melapor ke kantor polisi di Bandung (Kiara Condong), sampai sekarang tidak ada kabar. Kepada orang pintar juga saya sudah melaporkan kejadian ini, tetap tidak ada kabar. Saya bingung. Ibunya Yulvie dan kedua adiknya juga selalu menangis kalau mengingat Yulvie," katanya. Perempuan tak dikenal Setelah telepon seluler milik Yulvie tidak bisa dihubungi pihak keluarga, Suprapto mengaku khawatir tentang nasib anaknya. Karena itu, pihak keluarga selalu mencari kabar keberadaan anaknya, dengan cara pulang pergi Karawang-Bandung, hampir dua minggu sekali. Di Kota Bandung, kata Suprapto, pihak keluarga selalu bertanya-tanya mengenai keberadaan Yulvie kapada teman-teman Yulvie dan kepada dosen anaknya. Sesuai dengan kabar dari salah seorang teman Yulvie, Serly (19), kata Suprapto, anak kesayangannya itu ikut pengajian "al-Qur`an Suci" karena diajak oleh seorang perempuan tak dikenal di sebuah masjid di Kota Bandung."Saat diajak mengaji, Yulvie mau saja, karena sejak masih sekolah di SMK 2 Karawang, ia memang rajin mengaji," katanya. Namun, lama-kelamaan setelah mengikuti proses pengajian "al-Qur`an Suci", tingkah laku Yulvie berbeda dari biasanya, hingga kini tidak diketahui keberadaannya.Setelah ikut mengaji "al-Qur`an Suci", Yulvie terkesan tertutup kepada teman-temannya. Tempat kosnya juga berpindah-pindah dan tidak dibolehkan satu pun temannya main ke tempat kosnya. "Tindakan-tindakan aneh itulah yang mengawali Yulvie misterius dan tidak diketahui keberadaannya. Sungguh, saya benar-benar menyesal, kenapa anak saya harus seperti itu," katanya. (*)
Polres Cirebon Deteksi Aliran Qur'an Suci
Jumat, 26 Oktober 2007 10:03 Cirebon, NU Online
Jajaran Polres Cirebon melakukan deteksi dini atas penyebaran ajaran sesat yang menamakan diri Al Quran Suci menyusul laporan hilangnya Tuffatul Maulidia (20), mahasiswi Akademi Analis Kesehatan "An Naser" Kaliwadas, Kab Cirebon, yang diduga ikut "hijrah" bersama aliran itu.
"Sejauh ini menurut pantauan intelijen, belum ada tanda-tanda aliran sesat itu berada di Kabupaten Cirebon, tetapi kami akan memerintahkan setiap Polsek untuk mendeteksi kalau-kalau muncul aliran sesat itu," kata Kapolres Cirebon AKBP Syamsul Bahri kepada wartawan di Sumber, Cirebon, Kamis (25/10).
Namun, Kapolres mengingatkan, masyarakat juga khususnya umat Islam harus mempunyai kewaspadaan tinggi menghadapi aliran tersebut jangan sampai ada anggota keluarganya yang tiba-tiba bisa masuk aliran sesat itu.
"Kita sama-sama memantau lingkungan masing-masing dan kalau ada tanda-tanda bentuk perkumpulan yang mencurigakan bisa segera melaporkan kepada polisi apakah memang seperti dugaan semula atau bukan," katanya.
Kapolres belum bisa memberikan penjelasan tentang hilangnya Tuffatul Maulidia (20) alias Lidia yang diduga orangtuanya mengikuti salah satu kelompok aliran sesat yang dikenal dengan kelompok Al Quran Suci itu.
"Polisi masih tetap melakukan penyelidikan laporan kehilangan itu, dan berharap ada titik terang keberadaan anak itu," katanya.
Abdulah Ahyadi (70), orang tua Lidia kepada wartawan di rumahnya di kawasan Buntet, Kabupaten Cirebon, kemarin mengungkapkan dugaan putri ke-8 nya itu kabur bersama kelompok Islam sesat semacam Al Quran Suci.
"Ada kejanggalan pada kepergian Lidia. Dia pergi secara baik-baik. Kemungkinan dia pergi bersama kelompok agama sesat yang mengajarkan pengikutnya agar ikut hijrah," katanya. (ant/han)
(aliran) Alquran Suci Izinkan Berzina dengan Ipar
liputan6.com
Liputan6.com, Bandung: Tim investigasi dari Forum Ulama Umat Islam (FUUI) menilai adanya sejumlah pemyimpangan dalam ajaran kelompok Alquran Suci. "Boleh salat tanpa wudu dan bisa berzina dengan kakak atau adik ipar. Ketika menjadi anggota, kita diwajibkan berinfak untuk aliran," ucap anggota tim investigasi FUUI yang minta dirahasiakan identitasnya di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/10).
Memang, belum banyak fakta yang terungkap tentang kelompok tersebut. Meski demikian, sejumlah orang tua merasa resah karena anaknya raib diduga usai bergabung dengan Alquran Suci. Sebut saja, Achrianie Yulvie dan Fitriani. Dua mahasiswi Politeknik Padjadjaran Bandung ini hilang sejak awal September silam
Kasus Orang HilangPengikut Alquran Suci Mengirim Surat
27/10/2007 07:38
Liputan6.com, Bandung: Ihwal keberadaan Achrianie Yulvie, yang dinyatakan hilang usai mengikuti kelompok pengajian Alquran Suci sejak awal September silam, masih menjadi tanda tanya besar. Namun, baru-baru ini, mahasiswi Politeknik Padjadjaran Bandung itu mengirimkan kartu Lebaran beserta sepucuk surat kepada keluarganya di Karawang, Jawa Barat.
Surat yang berisi permintaan maaf itu tertanggal 2 Oktober dan diterima oleh kedua orang tua Yulvie, Ahmad Soeprapto dan Tati Sumiati. Yulvie juga mengabarkan saat ini keadaannya sehat. Meski demikian, gadis berusia 19 tahun tersebut meminta agar pihak keluarga tidak mencarinya. Mendapat kabar ini, pihak keluarga mengaku lega. Namun mereka akan lebih lega jika Yulvie pulang.
Majelis Ulama Indonesia serta polisi hingga kini terus menyelidiki ajaran Alquran Suci yang disinyalir disebarkan secara terselubung di sejumlah kampus. Pengajian ini dianggap menolak keberadaan hadis Nabi Muhammad SAW dan memperbolehkan salat tanpa wudu.
Sekadar catatan, rekan sekampus Yulvie, Fitriani, juga hilang tak tentu rimbanya sejak awal September silam. Warga Kiaracondong, Bandung ini juga diduga menjadi pengikut pengajian Alquran Suci (REN/Syamsu Nursyam)

Polda Jabar Bentuk Tim Khusus
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-barat/polda-jabar-bentuk-tim-khusus.html
Jum'at, 02/11/2007
BANDUNG (SINDO) – Polda Jabar telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus hilangnya sejumlah perempuan muda dari berbagai daerah yang diduga keras terjebak ajaran sesat Alquran Suci.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad mewakili Kapolda Jabar Sunarko Danu Ardanto mengatakan,tim khusus ini mengumpulkan berbagai data para perempuan muda yang hilang, dan menarik benang merah dari semua petunjuk untuk menemukan titik terang.
”Selain membentuk tim khusus, Polda juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran di bawahnya baik Polwil, Polres,maupun Polresta, agar serius menindaklanjuti setiap laporan orang hilang. Termasuk laporan orang hilang yang polanya ada kemiripan dengan menghilangnya para perempuan sebelumnya,” terang Dade kepada SINDO, kemarin.
Polda Jabar juga sudah meminta jajaran di bawahnya agar terus berkoordinasi dengan keluarga korban. Terkait adanya informasi seorang korban berada di Tangerang,Provinsi Banten,Dade mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda setempat. Dade menambahkan, dalam mengusut kasus kelompok pengajian Alquran Suci, pihaknya tidak mau gegabah.
Untuk itu, kerja sama dengan Departemen Agama (Depag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus diintensifkan. Sementara itu, Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Bambang Suparsono mengatakan, pihaknya masih terus berupaya mencari para mahasiswi yang hilang dan diduga mengikuti kelompok Alquran Suci. Seluruh orangtua korban, kata dia, sudah dimintai keterangan.
Bahkan, lanjutnya, sejumlah surat yang dikirimkan para mahasiswi tersebut kepada orangtua mereka juga sudah diperiksa untuk dijadikan petunjuk. ”Mereka kan mengirimkan surat dan mengabarkan kondisi mereka. Jadi, sebetulnya boleh dibilang mereka tidak hilang, tetapi menghilangkan diri. Surat-surat itu kemudian kita bawa sebagai petunjuk. Meski surat-surat itu bercap pos Bandung, tidak berarti seluruh korban hilang masih berada di Bandung. Kami belum bisa memastikan keberadaan korban saat ini,” jelas Bambang.
Siti Lapipah Kirim Surat
Siti Lapipah, 18, satu dari tujuh perempuan muda yang menghilang dan diduga keras terjebak ajaran sesat Alquran Suci, ternyata juga mengirimkan surat kepada keluarga dari tempat persembunyiannya.
Hal yang sama juga dilakukan para korban lainnya, seperti Achriyani Yulvie, 19, asal Kab Karawang; Fitriyanti, 19, asal Kota Bandung; Ria Iriani, 22, asal Kab Majalengka; Evi Astri Vianti, 21, asal Jakarta; Dwi Aryani, 20, warga Yogyakarta; dan seorang perempuan warga Bekasi yang namanya masih dirahasiakan.
Surat dari Siti Lapipah yang menghilang dari tempat kosnya di Kompleks Permata Hijau Rancaekek, Kab Bandung sejak 6 Oktober 2007, diterima keluarganya di Kampung Bulak Leuga RT 04/05, Desa Blandongan,Kec Bandarharjo, Kab Brebes,Jawa Tengah,Minggu (28/10). Seperti surat keempat perempuan lain yang diduga terjebak Alquran Suci, Siti Lapipah dalam suratnya mengabarkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan baikbaik saja.
Dia juga meminta maaf kepada kedua keluarga lantaran tidak bisa mudik dan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran. Siti Maesaroh, 30, seorang kakak kandung Siti Lapipah, mengatakan, adiknya tidak menyebutkan secara persis alamat tempat tinggalnya saat ini. Siti Lapipah pun mewanti-wanti keluarga agar tidak mencari keberadaan dirinya.
”Dia hanya mengabarkan sedang berada di Jakarta. Itu saja. Tapi, yang aneh, kok stempel posnya dari Tangerang,” beber Siti Maesaroh kepada SINDO, kemarin. Dalam surat tertanggal 16 Oktober itu, lanjut Siti Maesaroh, adiknya mengaku sedang menjalani masa training untuk bekerja di sebuah mal di Jakarta.
”Katanya, bukan maksud membangkang kepada orangtua. Dia (Siti Lapipah) hanya ingin mencari pengalaman baru di Jakarta,”sebut Siti Maesaroh. Sebelumnya, Siti Lapipah bekerja di pabrik tekstil PT Kahatex, Kec Rancaekek, Kab Bandung. Setelah surat itu dibaca kedua orangtuanya, Muhidin, 55, dan Ny Umiyati, 45, Siti Maesaroh berangkat kembali ke Bandung untuk melapor ke Markas Polsek Rancaekek.
”Saya berharap, dengan petunjuk dari surat ini, polisi bisa lebih mudah melacak keberadaan Siti Lapipah,” terangnya. Sementara itu, Ny Entin Juarsih, 53,ibu kos Siti Lapipah di Kompleks Permata Hijau Blok D No 56, Desa Jelegong, Kec Rancaekek, Kab Bandung, mengatakan, salinan Arab gundul yang ditinggalkan Siti sebelum menghilang itu berisi ungkapan curahan hati bahwa dia tidak betah bekerja di Rancaekek.
Selain Siti Lapipah, Ria Iriani, Yulvie, Fitriyanti, Evi, Dwi, dan perempuan muda anonim dari Bekasi, perempuan lain yang menghilang dan juga diduga terjebak ajaran sesat ini adalah Tuffatul Maulidia, 20, warga Kab Cirebon. Berbeda dengan tujuh rekannya, Tuffatul hanya memberi kabar melalui SMS kepada saudaranya. Isi SMS itu kurang lebih sama dengan isi surat rekan-rekannya, yakni mengabarkan bahwa keadaannya baik-baik saja.
Meminta maaf karena tidak berlebaran bersama keluarga, dan berjanji akan segera pulang. Sekadar diketahui,ajaran sesat Alquran Suci di antaranya tidak mengakui Hadits Nabi karena menganggap Muhammad SAW bukan rasul,salat boleh tanpa wudhu terlebih dulu, perempuan haid boleh memegang Alquran, dan mengaji tidak boleh dinyanyikan (qiraah). Berdasarkan temuan Tim Investigasi Aliran Sesat Forum Umat Ulama Indonesia (TIAS FUUI), ajaran ini juga menghalalkan bersetubuh dengan keluarga dekat, seperti ipar meski tanpa ikatan pernikahan.
Seorang anggota TIAS FUUI pernah bertemu langsung dengan murobi atau ustadz kelompok Alquran Suci di wilayah Bandung Timur, sebulan sebelum Yulvie dikabarkan menghilang. Alquran Suci diduga kuat merupakan reinkarnasi kelompok Qurani atau kelompok Ingkar Sunah di Jakarta yang merebak dua puluh tahunan lalu.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran kelompok ini sesat. Ada pula yang menganalisis bahwa kemunculan berbagai ajaran sesat ini merupakan bagian dari strategi ”perang modern” yang dilancarkan pihak asing. (gin gin tigin ginulur/ iwa ahmad sugriwa)

MUI Akan Teliti ”Alquran Suci”, FUUI Terjunkan Tim Investigasi
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/102007/06/0211.htm
BANDUNG, (PR).-
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar akan meneliti pemahaman salah dari kelompok yang mengatasnamakan Alquran Suci. Sedangkan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) meyakini, kelompok Alquran Suci merupakan metamorfosis dari kelompok ”Inkarussunna” yang tidak percaya kepada hadis Nabi Muhammad.
”MUI Jabar akan meneliti pemahaman kelompok yang mengatasnamakan Alquran Suci. Sampai kini MUI Jabar belum bisa menyebut kelompok tersebut sebagai aliran sesat,” kata Ketua Umum MUI Jabar, K.H. Hafizh Utsman, Jumat (5/10) di kantornya, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Bandung.
Seperti diberitakan harian ini (Jumat, 5/10), Achriani Yulvie, mahasiswi semester III Politeknik Pajajaran Bandung, Jln. Atlas Tengah Kiaracondong No. 2 Bandung, sampai kini belum kembali ke rumahnya. Diduga Yulvie mengikuti sebuah kelompok yang mengatasnamakan Alquran Suci.
Ada keganjilan dalam kelompok pengajian Alquran Suci itu, di antaranya tidak percaya hadis Nabi dan membaca Alquran tidak boleh dilagukan (qiroah). Selain itu, wanita haid boleh pegang Alquran dan memperbolehkan salat tanpa wudu. Ajaran itu juga menekankan bahwa harta dan raga harus dikorbankan untuk ajarannya tersebut.
Sporadis
Kiai Hafizh mengatakan, apabila pemahaman kelompok Alquran Suci seperti itu, pemahamannya salah dan sesat. ”Kita akan teliti pemahaman kelompok Alquran Suci, tempat pengajian, maupun orang-orang yang menjadi korbannya. Saya kira kelompok ini masih sporadis dalam merekrut anggotanya,” ucapnya.
Sedangkan K.H. Athian Ali mengatakan, kelompok sesat di Indonesia sering mengubah namanya seperti kasus Islam Murni yang menjadi Darul Hadis dan Islam Jemaah. ”Demikian pula dengan Alquran Suci saya meyakini merupakan perubahan dari kelompok Inkarussunnah, yakni tidak percaya kepada hadis Nabi,” katanya.
Namun, untuk lebih memastikan keberadaan kelompok Alquran Suci, FUUI telah menerjunkan tim investigasi. ”Sampai kini tim belum bisa membongkar jaringan kelompok Alquran Suci karena kesulitan mendapatkan korban atau orang yang pernah diajak ikut kelompok tersebut,” ujarnya.
Kiai Hafizh dan Kiai Athian meminta agar masyarakat berhati-hati dengan aktivitas kelompok pengajian eksklusif yang menggelar kegiatan secara sembunyi-sembunyi. ”Di Indonesia tidak ada larangan mengadakan pengajian sehingga tidak perlu melakukannya secara sembunyi-sembunyi,” katanya. (A-71)***
Inilah Cara Aliran Alquran Suci Merekrut Anggota Baru
Erna Mardiana - detikcomBandung -
Bagaimana kelompok Alquran Suci merekrut anggota barunya mulaiterkuak. Mereka mendekati calon ‘korbannya’ dengan sangat persuasif.
Hal tersebut terungkap dari empat lembar tulisan tangan Fitriyanti (19),gadis lulusan D1 Poltek Pajajaran yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.Hilangnya Fitriyanti diyakini terkait kegiatan kelompok pengajian AlquranSuci.
Tulisan tangan tersebut ditulis dengan gaya bahasa yang gaul. Tulisantersebut menggambarkan bagaimana tata cara mendekati dan mengajak seseorangbergabung.
Tulisan yang ditemukan oleh Handi Dimyati, kakak kandung Fitri, berbentukilustrasi tanya jawab, antara perekrut yang disebut ‘Wela’, dan target yangdisebut ‘TL-an’.
Berikut petikan lengkap tulisan tangan Fitri tersebut:
Profesional Cara pengkodisian.
Wela: Hai apa kabar? Lagi ngapain nih, ganggu ga ?
TL-an : Ah enggak, masuk aja, emang abiz darimana? Kok bisa tau sih?
Wela: Iya ini kebetulan abiz dari temen di daerah sini, aku inget aja rumahkamu juga di daerah sini, ya udah iseng aja nyari, eh taunya ketemu juga.Emang ganggu ya ?
TL-an: Engga kok.
Selama setengah jam ngobrol yang ringan, misalnya tentang kuliah, keadaan,buku, seminar, tugas (yang bisa agak nyambung). Biasanya lebih efektiftentang kuliah. Terus tanyain tentang pengalaman dianya, baru diceritaintentang pengalaman kita. Baru alihkan fokus pada pengkondisian:
Kalau dia udah mulai ngerasa deket sama kita, baru kita tembak, dengan :
Wela: Eh kamu pernah berpikir engga ya kita kuliah tuh cuma buat mencukupikebutuhan jasmani kita ya? Kayak sandang, pangan, papan, akhirnya cuma buatkebutuhan di dunia aja ya? Tapi pernah nggak berpikir sih untuk rohani kitaapa ya?
Kadang memang perasaan kita udah ngerasa nyaman tapi sebenernya hati kitatuh gundah, ngga ada ketenangan, iya nggak?
TL-an : iya juga seh (TL-an cerita kita dengerin dulu)
Wela : Sebenernya ketenangan hati kita tuh di mana sih ?
TL-an: Kalo kita udah ngerasa kita baik.
Wela: Iya kalo kita udah bisa menjalankan kebaikan. Oh iya kemarin di perpusaku liat poster seminar, suka ikutan ga?
TL-an: Kadang sih, emang seminar apaan?
Wela: Seminar IHAQI, ternyata yang menjadi panitia temen aku. Emang sih akuga sempet ikut, tapi gara-gara sempet ngobrol sama temenku itu, aku dapatbanyak ilmu juga loh.
TL-an : emang seminar tentang apaan seh ?
Wela : Tau ESQ ga? Ya semacam itulah, bukunya juga ada kan? Itu bagus jugauntuk menunjang rohani kita loh. Jadi ternyata kata temenku itu, sumber darisegala sumber ilmu itu adanya di mana coba?
TL-an: Di mana emang teh?
Wela: Di Alquran, dengan kita belajar Alquran kita bisa menguasai banyakilmu loh. selain ilmu yang biasa kita pelajari di kampus, kayak misalnyakeadaan kehidupan kita sekarang (ceritain tentang keadaan alam kitasedikit), terus kita juga bisa tahu loh tentang diri kita sendiri. Kangimana kalo kita mempelajari Alquran sama juga dengan mempelajari diri kitasendiri.
Ya zaman sekarang mah ibaratnya orang yang ga mau tau tentang Alquran, yaketinggalan zaman ya.
TL-an : Ha…ha…iya juga ya
Wela: Kan gimana kalo kita lihat buah jeruk, yang diliat apanya sih? Iyakulitnya. Terus sebenarnya yang dicari apaan coba? Iya sarinya. Soalnyaitunya yang bermanfaat. Lalu supaya bisa berkembang dan menghasilkan lebihbanyak itu diliat dari apanya? Iya dari inti yaitu bijinya.
Sama juga supaya kita bisa berkembang ilmu, trus tahu banyak hal, kita jugaperlu loh tau inti dari segala inti ilmu. Inti ilmu adanya di mana sih? Iyadi Alquran.
Ibaratnya Alquran itu kamus kehidupan loh. Sebenarnya Alquran itu bisangasih banyak wawasan yang bakalan menunjang ilmu yang selama ini kita taudan pelajari.
TL-an: Iya juga ya (kalau TL-an komentar/cerita, kita dengerin dulu)
Wela: Kan gimana kaya ilmu, pelajaran yang selama ini kita pelajari itu dariAlquran juga, kaya ilmu kedokteran, itu kan Ibnu Sina yang menemukan, dandidapatkannya dari Alquran loh.
TL-an: Oh ya itu kan dari orang Arab juga ya?
Wela: eh iya saya juga pernah dikasih tau sama temen loh, kalo di dalamAlquran itu ada empat ayat dalam satu surat yang bunyinya sama. Pernah liatga?
TL-an : emang ada? Aku juga suka ngaji bareng sama keluarga. Kadang, bahasterjemahan juga, tapi belum pernah liat…emang surat berapa gitu?
Wela : Suratnya 54 (Al Qamar) ayat 17,22,32,40.
TL-an: emang bunyinya apa teh?
(kalo memungkinkan tidak ada keluarganya di sekitar TL-an suruh sajabuktikan langsung, pinjam Alqurannya, tapi kalau ada keluarganya sebaiknyajangan. Kasih tau saja dengan lisan dulu).
Wela: Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Alquran untuk pelajaran makaadakah orang yang mengambil pelajaran? Itu sampai 4 ayat loh bunyinyasama…
TL-an: Oh gitu ya…wah jadi penasaran…
Wela : Menurut kamu sendiri maksudnya apa sih? Dimudahkan enggak sih kalokita mempelajari Alquran?
TL-an: Iya teh.
Wela: Iya kan dengan adanya terjemahan itu juga udah dipermudah loh. Jadikita paham bahasanya, tapi di situ Allah bertanya ada tidak orang yangmempelajari Alquran? Ada gak menurut kamu?
TL-an: Ada aja sih, tapi udah jarang juga ya…
Wela: Iya kadang orang banyak yang ngandelin malesnya sih, padahal sekarangaja Allah udah sering banget ngasih peringatan, tapi manusia malah makinjauh saja ya?
TL-an: Iya ya, ngeri sekarang mah.
Wela: Eh, gimana kalo saya kasih tau sama kamu ada juga loh ayat lain yangmembuktikan Alquran adalah pelajaran. Gimana? Ya kalo ga mau juga gaapa-apa. (agak-agak jual mahal).
TL-an: Ih. Boleh aja kali, Saya juga pengen tau, kan biar dapet ilmu juga.
Wela: eh tapi kalo pengen tau aja kamunya mending ga usah deh. Soalnya kalobelajar Alquran kan harus serius juga jangan maen-maen. Masa Allah kitamaen-maen. Kamunya harus serius, supaya kamu dapet ilmunya, biar bisadiamalin juga. Gimana, kamunya serius ga?
TL-an: Iya mau atuh… masa enggak sih.
Wela: Iya boleh aja. Kita sama-sama belajar. Kan apa yang saya tau sayakasih tau sama kamu. Kamu juga, kalo ada yang kamu tau, kasih tau juga ya.
Ya ibaratnya saling bagi-bagi ilmu, ga ada salahnya kan? Iya adapun kita maubelajar Alquran kita harus ada tempatnya yang bias mendukung konsentrasi,gimana? (Kalo tidak memungkinkan diisi di rumahnya, dibawa saja ke tempatkita, janjian)
TL-an: misalnya, ya udah di tempat teteh aja!
Wela: Iya boleh aja, tapi tetep kamunya mau belajar Alquran harus iklaskarena Allah, jangan karena gak enak sama saya. Kalo kayak gitu, mendinganga usah. Soalnya percuma…
Jangan seolah-olah Allah yang butuh kita, tapi kita harus berfikir, kitalahyang butuh Allah. Karena kalo kitanya iklas berkahnya akan datang dariAllah.
TL-an: Oh iya boleh, Hayu..
Cat (catatan): kita sama TL-an harus lebih subprioritas, trus TL-an harusmerasa mendapat wawasan dari obrolan kita dengan dia. Apalagi dia seorangmahasiswa. Obrolan kita akan semakin hangat dan bisa mempengaruhi TL-ankalau kita mau mendengarkan TL-an, tapi kita tetep fokus dengan apa yangkita bicarakan, jangan terbawa TL-an juga. Pasti Insya Allah akan munculbanyak ide…
“Semoga ilmu Allah akan selalu bermanfaat bagi kita semua, dan dapatberkembang luar biasa dengan kita berbagi…Dan tidak ada ilmu lain yangkekal selain ilmu Allah” (Melati).
Rera Tolak Gabung ke Alquran Suci, Eh Mentornya Marah-marah
Erna Mardiana - detikcom Bandung -
Para anggota Alquran Suci memang rajin mencari jamaah baru.Fitriyanti (19), anggota Alquran Suci yang menghilang dari rumahnya sejak 7September lalu pernah juga mendekati Rera (19) untuk diajak bergabung. NamunRera menolak membayar Rp 500 ribu. Eh… Rera dimarahi para mentornya.
Saat ditemui detikcom, Minggu (7/10/2007), Rera yang beralamatkan di Jl.Katamso, Bandung, mengaku didatangi Fitriyanti pada hari Sabtu dipertengahan 2007 lalu. Rera cukup terkejut, karena sudah lama dirinya tidakbertemu Fitri. Rera dan Fitri juga bukan teman dekat.
“Saya dulu satu kelas di kelas 1 SMA 16 Bandung. Tapi, kelas 2 dan 3, kamisudah tidak sekelas lagi. Kami tidak dekat sebenarnya,” kata Rera yang saatitu cukup terpana melihat Fitri yang tampil berjilbab. Sebelum lulus dariSMA 16, Fitri tidak mengenakan jilbab.
Saat itu, Fitri mengajak Rera mengobrol mengenai pekerjaan. Namun, setelahitu, Fitri mengajak Rera ke luar rumah. “Saya kira saya diajak ke mal. Taktahunya saya diajak ke Jl. Terusan Jakarta. Di tengah jalan, di depan BankArtha Graha, kami bertemu seorang perempuan berjilbab,” kata perempuan yangkini bekerja di sebuah factory outlet (FO) di kawasan Jl. Riau itu.
Perempuan berjilbab itu teman Fitri. Lantas Fitri dan perempuan itu mengajakRera ke sebuah masjid di Jl. Soma untuk salat duhur. Di situlah, Rera dibericeramah seusai salat. “Fitri hanya diam saja, perempuan itu yangmenyampaikan ceramah,” ujar dia.
Dari masjid itu, Rera dibawa mereka ke rumah kos pemberi ceramah itu di Jl.Jakarta. “Orang yang memberikan ceramah itu, ciri-cirinya pendek, kulitnyaagak hitam, dan postur tubuhnya kecil,” ujar dia.
Dalam ceramahnya, mentor itu memberitahukan bahwa saat ini negara inidipimpin oleh orang-orang berdosa, ahli neraka. Sang mentor itu juga banyakbicara tentang kebaikan. “Setelah mendengar ceramahnya itu, saya seakan-akanmemang sempat tertarik dengan aliran ini, karena saya merasa palingberdosa,” ujar Rera.
Ceramah untuk perekrutan berlanjut pada Minggu, keesokan harinya. Rerakembali datang ke rumah kost mentor itu bersama Fitri. Saat itu, hadir jugadua perempuan berjilbab lainnya. Salah satunya, memiliki ciri mirip AhrianiYulvie, anggota aliran Alquran Suci, yang hingga saat ini masih dicari olehorangtuanya itu.
Setelah ceramah selesai, Rera menyampaikan kepada mereka ikut melakukan‘hijrah’ dan bergabung dengan mereka. Namun, para mentor itu memberikansyarat kepada Rera untuk bisa bergabung. Syarat pertama, Rera tidak bolehmemberitahukan hal ini kepada orangtua dan keluarganya. Syarat kedua, Reraharus membayar Rp 500.000.
Saat itulah, Rera terkejut. “Saya tidak punya uang Rp 500 ribu. Saya bisamendapatkannya kalau saya minta kepada orangtua. Kalau saya tidak bolehbilang kepada orangtua, ya saya gak bisa,” kata Rera saat itu.
Para mentor itu terlihat marah seketika. “Kamu kan bisa dengan cara apa sajauntuk mendapatkannya. Kamu punya perhiasan, punya HP, kan bisa dijual,”bentak salah satu di antara para pementor itu.
“Bagaimana sih, kita sudah capek omong banyak sama kamu, malah kamu tidakmau mengusahakan Rp 500 ribu saja. Bagaimana mau hijrah, kalau ngeluarinuang Rp 500 ribu saja tidak mau,” ujar pementor yang lain.
Akhirnya, para pementor itu meminta Fitri untuk mengantar pulang Rera. “Saatmengantar saya pulang, Fitri sempat meminta maaf terhadap ulahteman-temannya itu. “Kamu jangan kasih tahu ke siapa pun ya kalau sayagabung dengan mereka,” pinta Fitri kepada Rera. Saat ini, Rera merasa senangtidak jadi bergabung dengan kelompok yang dinilai MUI sebagai ajaranmenyimpang itu. (asy/fay)